Why I Call It Bunga-Bunga Iblis In the Encyclopedia of World Literature, Anton Kurnia calls Les Fleurs du Mal as “Bunga bunga Kejahatan” in Indonesian, a choice that most likely follows the English title Flowers of Evil. Other Indonesian versions circulate as “Bebunga yang Jahat,” “Bunga bunga Jahat,” or “Bunga…
-
-
Performance 2023
By 2023, my performance style had begun to gain recognition at the Académie Art de la Parole in Auderghem. It inspired my classmates to explore Mouvement Panique with a more corporeal approach, letting the body dictate rhythm and intensity. Collaborating with the music department on guitar, I performed Fernando Arrabal’s…
-
Performance 2022
After the long, suffocating pause of COVID, when the stage had become a distant memory, I took a leap: I auditioned and enrolled in the Académie Art de la Parole in Auderghem, Brussels. The greatest challenge was pronunciation. I shared a classroom with native French speakers, and I knew the…
-
Dari Semarang hingga Eden Melankolia, Naning Scheid Tak Henti Menulis Puisi
Dari Semarang hingga Eden Melankolia, Naning Scheid Tak Henti Menulis Puisi. Puisi adalah catatan bermakna yang memiliki arti luas dan bahkan ada yang tak dinengerti oleh penulisnya sendiri karena jari-jari itu bergerak sendiri ketika menulis. Juga bagi seseorang yang meninggalkan Tanah Airnya puisi-puisi itu lahir di sepanjang tempat yang disinggahinya.…
-
Sajak-Sajak Naning Scheid di Basabasi.co
AFTER SEXTING setelah bulu-bulu tegang kembali tenang, senyum jalang mengambang di sudut bibir yang tadi berulang-ulang menyeru nama Tuhan lantas, setelah puas terlepas, segera kau menghilang bagai ninja! ninja ninjutsu / hantu aku? menjelma filsuf, antropolog psikolog, sexolog, yang…
-
BILA KAUMAU, AKU BISA
LARUNG . Seperti air bandang melarung daun, seperti itu mimpiku hanyut mengambang tiada arah terdampar di senyap sudut . Pada airmu, kuteguk asin kekecewaan hasrat yang pernah muncrat hanya sekelebat nikmat: cinta kugadang, cinta menghilang . Waktu membusuk, aku melapuk O, secepat itu aku kuyup, secepat itu cintamu redup…
-
Pameran Sastra Berbalut Sketsa: Lebur, Mempertemukan Sastra dan Seni Rupa
SEMARANG, suaramerdeka.com - Sebanyak 16 puisi divisualkan oleh 16 perupa komunitas Semarang Sketchwalk. Hasilnya, ditampilkan dalam pameran bertajuk ''Sastra Berbalut Sketsa: Lebur'' di Tan Artspace, Jalan Papandayan nomor 11, 20 Maret-2 April 2022. ''Meski berbeda keduanya menggunakan rasa dalam berkarya,'' kata Ketua Semarang Sketchwalk, Ratna Sawitri. Ratna menjelaskan, pihaknya mengajak penulis puisi dari komunitas Bengkel…
-
Domestifikasi Sebagai Strategi Perlawanan Perempuan Dalam Cerpen Garam Mutje (2021) Karya Naning Scheid
Jena Sinanda Abstrak Perempuan dan peran domestik merupakan dua hal yang berkaitan dengan pengalaman masa lalu di mana kaum perempuan menjadi subjek kolonialisme. Dalam tatanan dunia ketiga, perempuan masih merasakan dampak kolonialisme berupa marginalisasi. Cerpen Garam Mutje (2021) karya Naning Scheid adalah satu cerpen yang membahas mengenai kompleksitas perempuan dunia…
-
MADAME BOVARY: KEMATIAN ROMANTISISME DI TANGAN FLAUBERT
Naning Scheid Madame Bovary karya Gustave Flaubert ditulis pada Abad ke-19 dalam kurun waktu lima tahun (1851 – 1856). Awalnya muncul secara bersambung di Revue de Paris, kemudian diterbitkan secara integral oleh penerbit Lévy tahun 1857. Novel yang pernah menjadi skandal pelecehan moral dan agama tersebut, tercatat sebagai salah satu…
-
Menjelajah Puisi Lima Bahasa
Judul: Melankolia Penulis: Naning Scheid Penerbit: PT Dunia Pustaka Jaya Cetakan: pertama, 2020 Tebal: 135 halaman IISBN: 978-623-221-691-4 978-623-221-721-8 (PDF) Mempertaruhan sosok puisi yang terdiri dari lima bahasa dalam sebuah buku segera kita sadari bahwa kelemahan utamanya akan terletak pada hilangnya unsur bunyi. Tidak hanya di tengah baris tetapi…