Naning Scheid, penulis, penyair, penerjemah, dan aktris teater berkebangsaan Indonesia yang menetap di Belgia pada perjalanan udara 12 jam kantuk rindu mencengkeram seperti sabuk pengaman – dengan tombol yang belum dipadamkan; jerit kereta makanan, suara botol-botol minuman saling berciuman aroma keringat mengering, tatapan-tatapan asing bau chicken noodles, roti mentega dilapisi senyum…
Poetry & Prose
-
-
SONETA ALEKSANDRINA: Puisi-Puisi Naning Scheid
Ilustrasi puisi. (Arsacadipura) Oleh: Naning Scheid* Soneta Berengsek untuk Kekasih Baik tutup diam-diam jendela yang menghadap rumah tetangga biarkan televisi menyala, kancing bajumu terbuka mari berhenti menyangkal hasrat fatal dari rindu-rindu kolosal; tunjukkan kelembutanmu yang kasar sebab tanganku mulai bosan…
-
Api di Musim Semi
Aku berdiri meninggalkan Mama sendiri. Berjalan zig-zag menertawakan nasibku seperti orang gila. Orang-orang memandangku, berbisik-bisik dan tersenyum mengejek. Tanpa melihat jam aku tahu hari sudah malam. Aroma bitterballen di toko sebelah telah tercium sejak beberapa jam lalu. Biasanya sebelum pulang kerja, aku membeli jajanan serupa kroket itu untuk makan malamku. Namun malam…
-
Puisi-Puisi Naning Scheid di Bali Politika
Ilustrasi: Renta Ivonne Dewi Arimbi Situmorang BLAZON SECANGKIR KOPI HITAM bagaimana akan kuceritakan rahasia cinta paling usang? ketika pertama kali memandang: Tubuhnya hitam seperti bayang kematian tapi hadirnya, bagai malaikat penyelamat pembangkit semangat jiwa berkarat bagaimana akan kugambarkan kemolekan yang ia miliki? ketika pertama kali kunikmati: Tubuhnya hangat lekat bagai…
-
Sajak-Sajak Naning Scheid di Basabasi.co
AFTER SEXTING setelah bulu-bulu tegang kembali tenang, senyum jalang mengambang di sudut bibir yang tadi berulang-ulang menyeru nama Tuhan lantas, setelah puas terlepas, segera kau menghilang bagai ninja! ninja ninjutsu / hantu aku? menjelma filsuf, antropolog psikolog, sexolog, yang…
-
BILA KAUMAU, AKU BISA
LARUNG . Seperti air bandang melarung daun, seperti itu mimpiku hanyut mengambang tiada arah terdampar di senyap sudut . Pada airmu, kuteguk asin kekecewaan hasrat yang pernah muncrat hanya sekelebat nikmat: cinta kugadang, cinta menghilang . Waktu membusuk, aku melapuk O, secepat itu aku kuyup, secepat itu cintamu redup…
-
Puisi: Getir Malam di Stasiun Lempuyangan – Naning Scheid
Naning Scheid (l. 1980) Getir Malam di Stasiun Lempuyangan Pada binar ruang di samping loket, angin mewakili bisu yang riuh; potongan hati tempo hari – jatuh, terserak di keramik retak Lalu kita bersikap selayak teman, menerbang jauh kemesraan, menutup rapat ruang rasa, masa depan kebersamaan tak temui tuannya Begitulah… Saat…
-
Berai Bianglala
Oleh Naning Scheid BARNALI berjalan berjinjit menyelinap ke luar kelas meninggalkan peralatan sekolahnya. Berhasil ke luar gerbang, gadis Bangladesh itu berlari menuju jalan besar. Hujan lebat baru saja turun di kota Dakha. Jalanan becek. Sepatu hitam dan celana putih seragam sekolah kotor. Barnali mengacungkan ibu jari kepada setiap kendaraan yang lewat, ia…
-
Cakar Dubuk Tutul
Cakar Dubuk Tutul ilustrasi Ugo Untoro/Kompas Cerpen Naning Scheid (Kompas, 21 Februari 2021) DI Nsanje, pada musim kemarau awal Juni 2016 aku bertemu Kulunga, perempuan Malawi berusia sekitar 30-an dan berkulit legam. Dengan tatapan mata putus asa ia menceritakan rahasia tentang ritual persetubuhan dengan “Dubuk Tutul”. “Suami saya baru saja…
-
Garam Mutje
PAIN Remains to be Felt ilustrasi Azka Zahra Maziya - Pikiran Rakyat MUTMAINAH tidak pernah menyangka hidupnya seperti ini. Bermukim di Belanda sekaligus menjadi maharatu di apartemennya. Menguasai wilayah strategis yaitu dapur dan kasur. HARI itu jam menunjukkan pukul dua dini hari, Mutmainah mengorganisasi wilayah dari kasur menuju dapur. Matanya…