Aku berdiri meninggalkan Mama sendiri. Berjalan zig-zag menertawakan nasibku seperti orang gila. Orang-orang memandangku, berbisik-bisik dan tersenyum mengejek. Tanpa melihat jam aku tahu hari sudah malam. Aroma bitterballen di toko sebelah telah tercium sejak beberapa jam lalu. Biasanya sebelum pulang kerja, aku membeli jajanan serupa kroket itu untuk makan malamku. Namun malam…
-
-
Berai Bianglala
Oleh Naning Scheid BARNALI berjalan berjinjit menyelinap ke luar kelas meninggalkan peralatan sekolahnya. Berhasil ke luar gerbang, gadis Bangladesh itu berlari menuju jalan besar. Hujan lebat baru saja turun di kota Dakha. Jalanan becek. Sepatu hitam dan celana putih seragam sekolah kotor. Barnali mengacungkan ibu jari kepada setiap kendaraan yang lewat, ia…
-
Cakar Dubuk Tutul
Cakar Dubuk Tutul ilustrasi Ugo Untoro/Kompas Cerpen Naning Scheid (Kompas, 21 Februari 2021) DI Nsanje, pada musim kemarau awal Juni 2016 aku bertemu Kulunga, perempuan Malawi berusia sekitar 30-an dan berkulit legam. Dengan tatapan mata putus asa ia menceritakan rahasia tentang ritual persetubuhan dengan “Dubuk Tutul”. “Suami saya baru saja…
-
Garam Mutje
PAIN Remains to be Felt ilustrasi Azka Zahra Maziya - Pikiran Rakyat MUTMAINAH tidak pernah menyangka hidupnya seperti ini. Bermukim di Belanda sekaligus menjadi maharatu di apartemennya. Menguasai wilayah strategis yaitu dapur dan kasur. HARI itu jam menunjukkan pukul dua dini hari, Mutmainah mengorganisasi wilayah dari kasur menuju dapur. Matanya…