Ibu Sri Ridjati (kiri), Ibu Naning Scheid (tengah), dan Ibu Witakania (kanan) Oleh Jose Maulana Sandrya Dunia kesusastraan merupakan ruang yang tak terbatas, tempat di mana kata-kata berkembang menjadi hal baru yang penuh imajinasi, emosi, dan makna. Dalam setiap bait puisi, paragraf cerita, atau dialog drama, sastra mengajak kita untuk…
-
-
Naning Scheid dalam “Jabat Tangan” JSM: Membawa Kejeniusan Baudelaire ke Pembaca Indonesia
JAKARTA, majalahelipsis.id—Naning Scheid, seorang dosen, peneliti, penyair, dan penerjemah asal Indonesia yang telah lama menetap di Belgia, menjadi bintang tamu dalam program Jabat Tangan yang diselenggarakan Jagat Sastra Milenia (JSM). Dalam acara kali ini, Naning membawakan diskusi mendalam mengenai puisi Prancis klasik, terutama melalui buku terjemahannya yang terbaru, Les Fleurs…
-
Membawa Kejeniusan Baudelaire ke Pembaca Indonesia
Naning Scheid, seorang dosen, peneliti, penyair, dan penerjemah asal Indonesia yang telah lama menetap di Belgia, menjadi bintang tamu dalam program Jabat Tangan yang diselenggarakan Jagat Sastra Milenia (JSM). Dalam acara kali ini, Naning membawakan diskusi mendalam mengenai puisi Prancis klasik, terutama melalui buku terjemahannya yang terbaru, Les Fleurs du Mal (Bunga-bunga…
-
Terjemahan Baudelaire
Why I Call It Bunga-Bunga Iblis In the Encyclopedia of World Literature, Anton Kurnia calls Les Fleurs du Mal as “Bunga bunga Kejahatan” in Indonesian, a choice that most likely follows the English title Flowers of Evil. Other Indonesian versions circulate as “Bebunga yang Jahat,” “Bunga bunga Jahat,” or “Bunga…