Poetry & Prose

Puisi-puisi Naning Scheid di Kompas.id

Naning Scheid, penulis, penyair, penerjemah, dan aktris teater berkebangsaan Indonesia yang menetap di Belgia

pada perjalanan udara 12 jam
kantuk rindu mencengkeram
seperti sabuk pengaman
– dengan tombol yang belum dipadamkan;
jerit kereta makanan,
suara botol-botol minuman saling berciuman
aroma keringat mengering, tatapan-tatapan asing
bau chicken noodles, roti mentega
dilapisi senyum seadanya pramugara

coffee or tea?
red wine, please

lalu, kucecap merah nostalgia
tenggorokanku dialiri
kata-kata konyol seperti
I miss you
_______I want you

pada perjalanan udara 12 jam
aku terbang lebih tinggi dari
ketinggian 38.000 kaki
Schubert membawaku lebih dekat denganmu,
mataku terpejam,

“Durch die Nacht zu Dir;

Liebchen, komm' zu mir!"

pada perjalanan udara 12 jam
seperti sandaran kursi pesawat
yang ditegakkan
: rindu rindu menguat & menegang.

Brussels, Februari 2024


Pada takdir yang tak pasti
kaulah kepastian itu

Pada cintamu aku berpegang teguh
seperti agama yang kupeluk sungguh

Brussels, Februari 2024


wurune apan wus lami, ... pan agung nggenira tapa,
sandika nulya nunggoni, ... sampun sawarsa
(Serat Lokajaya)

bukan sewarsa seperti pupuh Asmaradana Kalijaga
tapi empat tahun sudah, kurindui rendez-vous ini

aku bayangkan fragmen puitis apa terjadi
____di antara pucat awan Prawirotaman,
____gugup angin Brontokusuman,
ketika Godiva & Wedang Uwuh berjumpa.

Sabtu pahing itu
lancaran bindri mengalun di lobby
____laras slendro pathet sanga
saksi kematian musim gugur di tempat ini

“kita kemana?”
tanyamu dengan kelembutan beludru
“seribu surga di Jogja, mari masuki satu per satu,” jawabku.

menyusuri Brigjen Katamso,
____melewati Pasar Beringharjo
kebisuan tersangkut saat tangan kita bertaut
empat nada degub berjarak antara bonangmu-bonangku
____hati kita nggembyang,
____lir-ilir lir ilir alang-alang kumitir
keingginan melancip seperti keris Bimo Kurdo,

____pintu surga pertama terbuka!

Tugu Pal Putih mangayubagyo
O, manunggaling kawula Malioboro

Brussels, Februari 2024


aku suka ketika kau
menculikku menuju ruang penjelasan;
kemurnian terdengar
gulungan sesal terurai
harmoni kembali;
kegelapan berlutut kepada bulan;

malaikat menaruh batu rubi pada dahan
cahaya terpercik di antara ranting
mata elangmu terangkat
cinta mengalir dari kelembapan di dalamnya
rasa tak terbatas di ketinggian malam.

di bawah langit berbintang
bibirmu menyegel bibirku
lidah kita berjabat erat
____& kesepakatan agung
____: kini tersurat.

Brussels, Februari 2024


Dewi surgakah ia,
____atau iblis penggoda?
tatapan paradoksal terpantul di matanya
____selintas jalang bagai serigala betina
____sekilas jinak bagai kucing rumahan
dengan gerak ulat bulu, ia mendatangiku
____pelan-pelan, pelan-pelan,
____lalu ia menterorku dengan
____kedua granatnya!
aku gugup,

____aku harus melawan!
kuacungkan pistolku
bukannya takut, ia justru menyerang
____ujung telingaku
mengancamku dengan bibir semerah darah
____: menyerahlah!

aku mengangguk bagai pengecut
aku menurut bagai budak tawanan
____dan menjilatinya seperti
____anjing kepada majikan

kekalahan ini terjadi
____malam itu
hingga beberapa menit lalu

Brussels, Februari 2024


senja belum genap senja
tapi dingin, telah membawa kembara
____________tanganku
____menuju puncak pegunungan;

pada sepenuh jejak pendakian|

napasku
____tersengal dan keringat mulai
membasah tubuh lentang terkulai
bibirku
____mendesis namamu serupa ular
kembaraku menjalar seluruh akar
hasratku
____menuju lembab rawa rawa
panas membara

lalu aku
____meletup
________dan kuyup.

Brussels, Februari 2024


semilir angin utara sampaikan rahasia abu-abu
tentang Kaisar dan Ratu
tersimpan dalam gagah benteng Kastil Biru

di dungeon paling dalam tempat naga-naga bertapa
lilin dalam cawan berkedip-kedip menyila
dua penguasa istana yang akan merayakan cinta

mawar terserak, anggur merah tumpah,
terali besi, cemeti hitam, tubuh basah
ciuman-ciuman lembab, napas terengah

semarak upacara kegelapan membawa
Kaisar pada puncak sabitan seganas halilintar
O, rintihan mengepung dinding penjara

punggung tertekuk, tangan tertawan
Ratu bagai budak, erangan meledak
O, tangis permohonan dan kenikmatan

semilir angin utara yang singgah saat itu
terperangah dan segera menebar cerita abu-abu
tentang Kaisar dan Ratu
: di Kastil Biru

Brussels, 2024


Share this :